“INDONESIA ADALAH NEGARA HUKUM!” – HUKUMAN UNTUK SI MISKIN DAN KEADILAN UNTUK SI KAYA?


“INDONESIA ADALAH NEGARA HUKUM!” – HUKUMAN UNTUK SI MISKIN DAN KEADILAN UNTUK SI KAYA?

 

 

oleh Syarif Hidayat

 

      ”Indonesia merupakan Negara Hukum” ini murupakan kata kata slogan atau penegasan (atau sekedar retorika?) yang sering diucapkan oleh para pejabat Negara dari tingkat atas mulai dari Presiden, para menteri, Ketua DPR/MPR, Ketua Mahkamah Agung, Kepala Kejaksaan Agung, Ketua KPK, Kapolri dan Pangab serta para pelaksana penegak hukum dan para anggota DPR dan sampai ke tingkat bawah para ketua RT dan anggota Hasip.

 

Walaupun kata kata itu sangat sering diucapkan oleh mereka sampai sampai kita merasa kekenyangan atau istilah Inggrisnya “we are fed-up with those words” (kenyang sampai hampir muntah). Kita “fed-up” dengan kata kata tersebut juga karena melihat kenyataan bahwa Hukum kita sangat lemah dalam menghadapi kaum berduit sangat tebal (para Koruptor dan Koruptorsaurus) dan buktinya Indonesia merupakan Negara TERKORUP di Asia Pasifik

 

INDONESIA TERKORUP DI ASIA PASIFIK:

 

Berdasarkan hasil survey Hong Kong-based Political & Economic Risk Consultancy Ltd (PERC), Indonesia merupakan negara TERKORUP di Kawasan Asia-Pasifik. Berikut ini adalah daftar 16 negara tujuan investasi di Asia Pasifik, mulai dari yang terKORUP (Indonesia) sampai dengan yang terbersih (Singapura) hasil survey PERC 2010:

1. Indonesia (terkorup)

2. Kamboja (korup)

3. Vietnam (korup)

4. Filipina (korup)

5. Thailand

6. India

7. China

8. Taiwan

9. Korea

10. Macau

11. Malaysia

12. Jepang

13. Amerika Serikat (bersih)

14. Hong Kong (bersih)

15. Australia (bersih)

16. Singapura (terbersih).

 

KORUPTOR DI INDONESIA ENAK, AMAN DAN NYAMAN

 

      Enak benar menjadi seorang KORUPTOR di Indonesia, sudah rampok uang Negara miliaran atau bahkan sampai triliunan Rupiah, kalau tertangkap hukumannya ringan dan sudah di penjara pun dapat menikmati sel mewah.

 

       Disamping itu, masih ada lagi bonus lainnya yang diberikan Pemerintah (Mahkamah Agung) terutama kepada para KORUPTOR yang punya fulus miliaran Rupiah, yakni potongan masa hukuman.

 

      Para KORUPTOR Indonesia juga bisa bebas samasekali dari jeratan hukum dengan jalan melarikan diri ke Luar Negeri atau mendadak sakit seperti sakit perut mules-mules sewaktu ditangkap, stress, sakit jantung (stroke) ringan sampai berat dan ada pula yang sakit hilang ingatan. 

      Para KORUPTOR atau Banker Maling dana Bantuan Likuiditas Bank ndonesia (BLBI) sekitar 17 orang dengan kerugian Negara sekitar Rp 600 triliun hidup dengan aman dan nyaman, dan bahkan sebagian dari mereka menjadi investor yang dihormati di tempat persembunyian mereka di luar negeri, sebagian besar di Singapura. 

      Para gembong KORUPTOR besar yang lari ke luar negeri tersebut sampai saat ini tetap aman dan nyaman di tempat persembunyian mereka dan tidak tersentuh para pemburu (para penegak hukum yang memburu mereka). 

HUKUMAN UNTUK ORANG MISKIN DAN KEADILAN UNTUK ORANG KAYA

 

      Orang miskin terlalu mudah mendapatkan hukuman, sedangkan orang kaya sulit mendapatkan hukuman. Orang kaya sangat mudah mendapatkan keadilan hukum dan kenyamanan di tempat tahanan atau penjara, sedangkan orang miksin sangat sulit mendapatkan keadilan.

 

      Kasus kasus pelaku tindak kriminal miskin seperti pencopet, pencuri kakao dan pencuri sandal jepit yang mudah sekali dijebloskan ke penjara. Banyak diantara kasus pencopet dan pencuri miskin di kampung yang sebagian diantaranya digebugin dulu sampai babak belur dan dijebloskan ke tahanan.

       Sementara itu ada kasus kasus pelaku tindak kriminal yang super kaya (Koruptor Biasa atau Koruptor Kelas sampai satu miliar rupiah dan Koruptorsaurus atau Koruptor Kelas miliaran sampai triliunan rupiah) hanya mendapatkan hukuman  yang ringan dan jangankan menyentuh badannya, satu sehelaipun kumisnya tak ada yang berani menyentuhnya apa lagi bulu keteknya.

 

 

       Tentang kenyamanan di rumah tahanan atau di penjara yang bisa dibeli dengan uang yang tebal, kita masih ingat:

1. GT yang ditahan di Rumah Tahanan Super Ketat di Markas Brimob Kelapa Dua, tetapi dia toh bisa jalan jalan ke Bali dan bahkan ke luar negeri.

 

2. AS yang bisa menyulap salah satu Kamar Sel di Rutan Wanita Pondok Bambu menjadi suatu kamar dengan kenyamanan dan fasilitas seperti sebuah kamar hotel.

 

     Kedua kasus tersebut kemungkinan hanya merupakan puncak dari gunung es yang kelihatan di samudera suap menyuap kenyamanan hukum dan jual beli keadilan yang dilakukan antara para kriminal yang mempunyai rekening bank miliaran sampai triliunan rupiah dan para penegak hukum yang KORUP.

 

Diperlukan ketegasan dari seorang pemimpin.

 

Sebenarnya Presiden SBY pernah beberapa kali menegaskan bahwa dia akan berada di posisi paling depan memimpin seluruh jajaran penegak hukumnya bersama seluruh komponen bangsa dalam berjihad memberantas KORUPSI.

 

Presiden mengajak seluruh jajaran aparat penegak hukum dalam memberantas Budaya KORUPSI ini dengan ungkapan klasik: “untuk membersihkan lantai yang kotor mari kita gunakan sapu yang bersih.”

 

Namun sampai saat ini seluruh rakyat masih sedang menunggu hasil dari pelaksanaan penegasan Presiden dalam rangka memberantas wabah Budaya KORUPSI yang melanda para pejabat Negara baik yang duduk di Eksekutif, Yudikatif maupun Legislatif tersebut.

 

Presiden SBY juga menyesalkan tingkah laku dan perbuatan sebagian penegak hukum yang seharusnya berada di garis paling depan dalam memberantas KORUPSI, Mafia Pajak dan Mafia Hukum, tetapi malah mereka sendiri yang terlibat dalam kegiatan kegiatan yang merugikan bangsa dan Negara tersebut.

 

Sebuah pribahasa Jerman mengatakan: Taten statt Wörter! or Taten sagen mehr als Wörter. or Lass Wörtern Taten folgen! or Lass Taten sprechen!” – Artinya: Tindakan bukannya kata kata atau Tindakan berbicara lebih keras daripada kata kata (Terjemahan leterlijk: Tindakan berbicara lebih banyak daripada kata kata) atau Biarkan kata kata menghasilkan tindakan atau Biarkan tindakan berbicara. Maknanya: Laksanakan apa yang anda pidatokan!

 

CONTOH CHINA BERANTAS KORUPSI PATUT DIJADIKAN ACUAN

 

Zhu Rongji Perdana Menteri China (1998-2003) berhasil memberantas tuntas KORUPSI di negeri China terutama berkat pelaksanaan dari fatwanya yang terkenal di seluruh dunia.

 

”To eradicate CORRUPTION, I’ve prepared 100 coffins. 99 for corrupt officials and one for myself, if I do the same,” said by Zhu Rongji, Premier 1998–2003. (”Untuk melenyapkan KORUPSI, saya telah menyiapkan 100 Peti Mati, sembilan puluh sembilan untuk para KORUPTOR dan satu untuk saya, jika saya berbuat sama).”

 

Hasilnya: China menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang diakui dan disegani oleh negara negara Barat, buktinya Amerika Serikat yang sekarang merupakan satu satunya Negara Adidaya pun meminta bantuan keuangan dari China untuk mengatasi utang Negara yang melilit Pemerintahan Washington saat ini.

 

 

Pengadilan Allah SWT Yang Maha Adil

 

      Dengan menggunakan kekuatan uang, para kriminal kaya tersebut mungkin bisa selamat dari pengadilan di dunia dengan hanya mendapatkan vonis ringan atau bebas sama sekali, tetapi di akhirat nanti akan ada pengadilan Allah SWT Yang Maha Adil. Tidak hanya KORUPTOR, tapi semua manusia akan dimintai pertangungjawabannya atas semua amal perbuatannya selama hidup di dunia!

     Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.

 

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.  Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami {1} pembicaraan sedikit pun? {2} – Al Qur’an, Surah An-Nisaa, Ayat 78.

 {1}Kemenangan dalam peperangan atau rezeki.  

{2}Pelajaran dan nasihat-nasihat yang diberikan.

”Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (Al Qur’an, Surat Al Mudathsir, ayat 38)

 

 

“Janganlah berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (Allah) memperbaikinya. Dan berdo’alah kepadaNya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS : Surat al-A’raf, 56)

 

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Hasyr: 18)

 

“Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” (Qs.  An Naazi’aat: 37-41).

 

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan (maksiat) di (muka) bumi, dan kesudahan (yang baik) itu (surga) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al Qashash: 83)

 

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27)  

       Marilah kita mulai dari diri kita sendiri berbuat yang positif untuk mengatasi dan juga bertindak untuk memberantas Budaya KORUPSI ini atau kalau tidak mempunyai kekuasaan untuk melakukan tindakan, berbicaralah dan kemukakan pendirian kita yang menentang wabah moral dan mental yang merusak bangsa dan Negara ini.

 

        Tetapi kalau juga tidak mempunyai keberanian untuk berbicara, berdo’alah untuk menyelamatkan negeri ini dari para Koruptor dan Koruptorsaurus atau “Monster Monster” penghisap “darah” (ekonomi) Bangsa dan Negara agar kita dapat mewariskan negeri yang merupakan tanah air yang subur makmur dengan kekayaan alamnya yang melimpah ini kepada anak dan cucu generasi kita mendatang dengan seadil-adilnya.  Wallahu a’lam bish shawab. (HSH)

Advertisements

Write a comment or Leave a Reply. Thank You! Kind Regards Web Administrator/Editor

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s