AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI: KORUPTOR LEBIH BERBAHAYA DAN JAHAT DARIPADA TERORIS


AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI: KORUPTOR LEBIH BERBAHAYA DAN JAHAT DARIPADA TERORIS

oleh Syarif Hidayat

RENUNGAN: Indonesia telah merdeka 65 tahun, sudah memilki enam presiden, sumber daya alam (SDA) di darat dan di laut kaya raya, sumber daya manusia SDM pintar pintar tapi kenapa adil dan makmur sesuai Amanat UUD 45, belum juga tercapai.

Penyebabnya tiada lain adalah KORUPSI yang telah MEMBUDAYA merasuk kemana-mana. Kenapa KORUPSI sampai membudaya? Salah satu penyebabnya adalah banyak diantara pejabat Negara yang “CORRUPTIBLE” (berjiwa lemah dan mudah disuap) dan adanya KOLUSI antara para KONGLOMERAT atau pengusaha yang tidak bermoral dengan para pejabat Negara yang juga tidak bermoral, karena agama hanya merupakan catatan di KTP mereka saja!

Salah satu masalah besar yang masih dihadapi Indonesia dalam berbangsa dan bernegara sesuai dengan yang diamanatkan dalam UUD 45 adalah KORUPSI yang telah membudaya di sebagian kalangan Pejabat Negara baik yang ada di Eksekutif dan Yudikatif maupun Legislatif.

Ungkapan klasik Inggeris menyatakan: “Power tends to corrupt. Absolute power, corrupt absolutely.” (Kekuasaan cenderung KORUP. Kekuasaan yang mutlak, KORUP secara mutlak.)  Salah satu penyebab mengapa KORUPSI begitu mengakar di lembaga-lembaga kekuasaan di negeri ini boleh jadi disebabkan karena hilangnya RASA MALU pada diri sebagian elit penguasa di negeri ini.

Malu punya arti luas, seperti malu jika pernah menjabat tak mampu mewujudkan janji pada rakyta, malu jika setelah menjabat berbuat KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME (KKN), malu jika malas ngantor untuk mengurus rakyat, malu jika melihat rakyat meminta-minta di jalan raya sementara mereka bergelimang harta dan kemewahan. Itulah sebabnya budaya malu ini perlu terus ditanamkan pada diri pejabat agar segala tindak tanduk mereka positif dan didukung rakyat.

Sebagai abdi masyarakat sejatinya semua pejabat negara adalah pelayan rakyat tak peduli apapun status social yang di sandang rakyat, jadi jika hal ini dipahami sepenuhnya oleh para elit, tidak akan ada lagi istilah untuk dilayani dan menjadi raja kecil di setiap tempat pelayanan public (pemerintahan) sehingga masyarakat benar-benar merasakan manisnya pelayanan dari aparatur Negara kita.

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

BAHAYA LATEN KORUPSI: Budaya KORUPSI di sebagian kalangan Pejabat Negara RI bisa membuat Negeri subur makmur jadi Negeri yang sangat MISKIN dan TERKEBELAKANG. Penduduk miskin di Indonesia diprediksi akan bertambah menjadi 32,7 juta jiwa pada 2010, yang sebelumnya 32,5 juta jiwa pada tahun 2009.

Kemiskinan tetap merangkak naik, walaupun perekonomian tumbuh 5,5- 5,9 persen pada tahun 2010, demikian menurut Ekonom Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI).

Sementara itu, utang pemerintah 2010 diperkirakan mencapai Rp1.878 triliun atau meningkat dibandingkan posisi awal tahun 2009 yang hanya di kisaran Rp1.600 triliun. Beban rakyat untuk membayar utangpun makin berat. Banyak pihak yang mencemaskan peningkatan utang yang luar biasa itu.Tahun demi tahun jumlah utang bukan menurun tapi terus melambung.

Ekonom senior Rizal Ramli, memperingatkan bahaya utang yang terus menggunung dan tidak dipergunakan secara efektif dan produktif sehingga jadi beban rakyat. “Para teknokrat Neoliberalisme selalu menimbun utang untuk membuat Indonesia tergantung kepada asing,” kata Rizal Ramli.

Nilai kebocoran dana pengadaan barang dan jasa yang dialokasikan melalui APBN dilaporkan mencapai Rp 70 triliun setiap tahunnya. Atas dasar itu, masuk akal jika sekitar 80 persen dari sekitar 20.000 pengaduan tindak pidana KORUPSI yang masuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal dari proyek-proyek pengadaan barang dan jasa.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Roestam Sjarief mengungkapkan, kondisi itu sudah menjadi fenomena yang sangat mengkhawatirkan karena kebocoran tersebut berkisar sekitar 30-40 persen dari anggaran belanja pengadaan barang dan jasa di APBN setiap tahunnya.

Sebagai ilustrasi, anggaran belanja negaradi APBN 2009 ditetapkan Rp 1.050 triliun, dari anggaran itu, sekitar Rp 350 triliun merupakan anggaran belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Dengan anggaran belanja pengadaan barang dan jasa itu, uang yang bocor bisa mencapai Rp 60 triliun-Rp 70 triliun per tahun,” ujarnya.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan karena kehilangan dana hingga Rp 70 triliun itu nyaris sama dengan dua kali anggaran proyek infrastruktur yang dikelola Departemen Pekerjaan Umum yang setiap tahunnya sekitar Rp 37 triliun.

Malaysia sudah jauh meninggalkan Indonesia, jadi Negara maju dan sejahtera. Meski sudah mencapai angka US$3.000, pendapatan per kapita penduduk Indonesia pada posisi Desember 2010 masih jauh lebih rendah dibanding negara tetangga, seperti Malaysia yang sudah di kisaran US$10.000.

Perbandingan di kawasan ASEAN, pendapatan per kapita tertinggi adalah Singapura Darussalam, sedangkan Indonesia menduduki peringkat KELIMA. Berikutnya setelah Singapura adalah Brunei, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, Laos, Burma, dan Kamboja.

Mengacu data World Development Indicators Database yang dirilis Bank Dunia 2009, Malaysia berada di urutan ke-79 dengan PDB per kapita sebesar US$13.740 per tahun, Indonesia tercantum berada di urutan ke-146 dengan US$3.830 per tahun.

Penduduk RI yang sekiar 230 juta jiwa itu tidak bisa dijadikan alasan kesulitan mencapai kesejahteraan. China dengan penduduknya 1,5 miliar jiwa, jauh lebih maju dan sejahtera dari Indonesia.

Ancaman hukuman mati bagi koruptor di China mampu menakuti koruptor-koruptor baru maupun yang lama untuk terus menjalankan aksinya. Negara itu kini bangkit menjadi raksasa ekonomi dunia.

Pernyataan Perdana Menteri China Zhu Rongji pada Maret 1998, “Sediakan 100 peti mati, 99 untuk mereka yang melakukan tindak korupsi dan satu untuk dirinya sendiri apabila ia melakukan hal yang sama“.

Periode April-Juni pendapatan per kapita rata rata nasional China US$3.800, sedangkan rata rata di perkotaan US$6.500 atau berada di peringkat 105 di dunia.

Dilihat dari PDB per kapita nregara Negara ASEAN, Indonesia menduduki urutan kelima atau berada jauh dibawah Singapura dan Malaysia. Urutan Produk Domestik Bruto (GDP=Gross Domestic Product) per kapita di Negara Negara ASEAN menurut data Dana Moneter Internasional (IMF) 2010: Singapore US$43,117, Brunei US$31,239, Malaysia US$ 8,423, Thailand US$ 4,992, Indonesia US$ 3,015, Philippines US$ 2,007, Vietnam US$ 1,174, Laos US$ 984, Cambodia US$ 814 dan Burma US$ 702.

Urutan Produk Domestik Bruto (GDP=Gross Domestic Product) berdasarkan paritas daya beli (PPP = Purchasing Power Parity) per kapita di Negara Negara ASEAN menurut data Dana Moneter Internasional (IMF) 2010: Singapore US$56,522, Brunei US$48,892, Malaysia US$14,670, Thailand US$ 9,187, Indonesia US$ 4,394, Philippines US$ 3,737, Vietnam US$ 3,134, Laos US$ 2,436, Cambodia US$ 2,112 dan Burma US$ 1,250.

PORNOGRAFI dan KORUPSI

Sementara negara negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura sedang memasuki level negara maju dan sejahtera, Indonesia juga mencapai kemajuan yang sangat menonjol, tetapi di bidang-bidang yang negative yakni: PORNOGRAFI dan KORUPSI.

PORNOGRAFI: Associated Press (AP) menobatkan Indonesia sebagai surganya pornografi kedua di dunia setelah Rusia. KORUPSI: Hasil survey PERC Hong Kong, menyatakan Indonesia merupakan negara TERKORUP di Kawasan Asia-Pasifik.

PORNOGRAFI di Indonesia: Kita bisa dengan mudah menemukan VCD, majalah dan tabloid porno di tempat-tempat terbuka yang bisa diakses siapapun, termasuk anak-anak. Harganya relatif lebih murah dibanding media-media lain yang lebih sopan. Maka wajarlah, Kantor berita Amerika, Associated Press (AP) menobatkan Indonesia sebagai SURGANYA PORNOGRAFI Kedua di dunia setelah Rusia.

Hasil penelitian lembaga riset ekonomi di Hongkong baru baru ini menyebutkan Indonesia merupakan sebuah Negara terKORUP diantara 16 negara tujuan investasi di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu data terakhir menunjukkan dana Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN) yang bocor setiap tahun mencapai sekitar Rp 70 triliun.

INDONESIA TERKORUP DI ASIA PASIFIK: Berdasarkan hasil survey Hong Kong-based Political & Economic Risk Consultancy Ltd (PERC), Indonesia merupakan negara TERKORUP di Kawasan Asia-Pasifik. Berikut ini adalah daftar 16 negara tujuan investasi di Asia Pasifik, mulai dari yang terKORUP (Indonesia) sampai dengan yang terbersih (Singapura) hasil survey PERC 2010:

1. Indonesia (terkorup)

2. Kamboja (korup)

3. Vietnam (korup)

4. Filipina (korup)

5. Thailand

6. India

7. China

8. Taiwan

9. Korea

10. Macau

11. Malaysia

12. Jepang

13. Amerika Serikat (bersih)

14. Hong Kong (bersih)

15. Australia (bersih)

16. Singapura (terbersih).

KORUPSI lebih buruk dari PROSTITUSI dan lebih jahat dari TERORISME:

KORUPSI lebih buruk dan berbahaya daripada PROSTITUSI dilihat dari pengaruhnya dalam merusak moralitas bangsa. PROSTITUSI mungkin hanya merusak moral seseorang secara individual. Tetapi KORUPSI bisa merusak moral banyak orang (para Pejabat Negara) dan seluruh negeri menanggung akibatnya: Pembangunan terhambat, Pengangguran bertambah dan Kemiskinan bertambah.

Kegiatan para KORUPTOR mengakibatkan Pembangunan terhambat, Pengangguran bertambah dan Kemiskinan bertambah pula. Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan rakyat, banyak yang dirampok para KORUPTOR.

Ingat kasus KORUPSI Besar (penipuan besar besaran oleh para banker maling) dana BLBI saja kerugian Negara diperkirakan mencapai sekitar Rp600 triliun, belum terhitung yang lainnya seperti uang pajak yang hilang akibat “Kerjasama Bisnis”antara para Markus Pajak dan para pengusaha pengemplang pajak serta uang pajak yang sudah masuk tetapi ditilep para KORUPTOR.

KORUPSI lebih berbahaya dari TERORISME atau KORUPTOR lebih jahat dari TERORIS. Sebuah ungkapan dalam bahasa Inggeris menyatakan: Corruption is more dangerous than terrorism because our security forces (the Police and the Military) are competent to fight against terrorism. But it is very difficult to fight against the corruption because it is committed by those who are in power: e.g. bureaucrats and politicians. That is why national movement against corruption is necessary.” (KORUPSI lebih berbahaya daripada TERORISME karena pasukan keamanan kita (Kepolisian dan Militer) kompeten untuk melawan TERORISME. Tapi sangat sulit untuk melawan KORUPSI karena dilakukan oleh mereka yang berkuasa: misalnya birokrat dan politisi. Itulah mengapa gerakan nasional melawan KORUPSI diperlukan.)

Korban serangan TERORIS biasanya bisa dihitung, tetapi korban atau kerugian akibat tindakan KORUPTOR tidak mudah menghitungnya sebab selain keuangan Negara mengalami kerugian miliaran bahkan sampai triliunan, juga mengakibatkan penderitaan rakyat akibat pembanguna ekonomi terhambat yang bisa menimbulkan pengangguran dan kelaparan dimana mana, sampai banyak rakyat yang menderita penyakit busung lapar. Korban budaya korupsi ini akan merugikan rakyat sampai beberapa generasi kedepan.

Disamping itu Lingkungan hidup juga rusak karena banyak hutan yang gundul akibat ulah para KORUPTOR. Penggundulan hutan tropis di Indonesia oleh para KORUPTOR ini menimbulkan kerusakan alam multi dimensi antara lain longsor, banjir sampai pemanasan Global yang jumlah korbannya juga sulit dihitungnya karena pemanasan global tidak mengenal perbatasan, seluruh dunia terkena akibatnya.

Para KORUPTOR juga lebih berbahaya daripada para TEREORIS, karena para KORUPTOR bisa menciptakan TERORIS musiman yang menteror rakyat untuk kepentingan politik atau bisnis mereka, sedangkan TERORIS hampir tidak mungkin bisa memproduksi KORUPTOR untuk kepentingan kegiatan mereka!

KORUPTOR ENAK, AMAN DAN NYAMAN

Enak benar menjadi seorang KORUPTOR di Indonesia, sudah rampok uang Negara miliaran sampai triliunan Rupiah, kalau tertangkap hukumannya ringan dan sudah di penjara pun dapat menikmati sel mewah. Disamping itu, masih ada lagi bonus lainnya yang sering diberikan Pemerintah (Mahkamah Agung) terutama kepada para KORUPTOR yang punya fulus miliaran Rupiah, yakni potongan masa hukuman.

Para KORUPTOR Indonesia juga bisa bebas samasekali dari jeratan hukum dengan jalan melarikan diri ke Luar Negeri atau mendadak sakit seperti sakit perut mules-mulas sewaktu ditangkap, sakit jantung ringan sampai berat dan ada pula yang sakit hilang ingatan.

Para KORUPTOR atau Banker Maling dana BLBI. (sekitar 17 orang dengan kerugian Negara sekitar Rp 600 triliun) hidup dengan aman dan nyaman, dan bahkan sebagian dari mereka menjadi investor yang dihormati di tempat persembunyian mereka di luar negeri, sebagian besar di Singapura.

 

Singapura tempat pelarian paling aman!

 

Ungkapan Singapura surga bagi koruptor Indonesia juga benar. Banyak koruptor yang melarikan diri dan berlindung diri ke negeri itu dan selamat hingga kini. Para koruptor mungkin telah memesan dan selalu siap dengan tiket penerbangan yang open date, buktinya ketika kasusnya telah diketahui publik sesaat sebelum ditangkap mereka melarikan diri dengan mulus ke Singapura.

 

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla turut angkat bicara mengenai sejumlah orang yang tersangkut masalah hukum selalu memilih Singapura sebagai tempat mereka menghindari tudingan dan aparat penegak hukum. Jusuf Kalla (JK) mengatakan partai atau pihak-pihak yang bertanggungjawab harus hati-hati dalam memberikan izin anggotanya ke luar negeri khususnya Singapura. Hal tersebut dikatakan JK dalam menanggapi masalah Nazaruddin yang pergi ke Singapura di tengah kasus dugaan keterlibatannya dengan kasus suap Seskemenpora.

 

Kalla mengakui, jika negara Singapura merupakan salah satu tempat pelarian paling aman bagi warga negara Indonesia untuk bersembunyi. Apalagi, lanjutnya, negara Singapura tidak memiliki perjanjian ekstradisi.

“Singapura itu paling aman, tidak ada perjanjian ekstradisi dan dekat dengan Indonesia dan mudah komunikasinya,”ujar Kalla. Oleh karena itu, ia tidak heran jika sejumlah orang yang bermasalah dalam hukum lari ke negeri Singa itu

“Ya semua yang ke sana, yang takut. kalau takut berarti ada masalah kan,” tegasnya. 

 

Kalla kemudian menuturkan bahwa ketika dirinya masih menjabat sebagai Wakil Presiden 2004-2009, sebenarnya telah ada perjanjian ektradiksi yang pernah dibicarakan dengan pemerintah negara pulau tersebut. Namun, finalisasi perjanjian tersebut gagal lantaran Pemerintah Singapura mengaitkannya dengan perjanjian lainnya. “Setelah itu enggak jadi,” katanya.

 

Jusuf Kalla menuturkan pada 2005 lalu perdana menteri Singapura dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tercatat pernah menandatangani perjanjian ekstradiksi Indonesia-Singapura dan perjanjian kerjasama pertahanan di Bali. Namun, DPR kemudian menolak meratifikasinya sebab klausul perjanjian pertahanan akan mewajibkan Indonesia memberikan suatu tempat bagi Singapura untuk mendirikan pangkalan tempat latihan  militer di Indonesia.

 

 

Islam menentang TERORISME dan melarang KORUPSI

      Pemberantasan TERORISME lebih berhasil: Dalam memberantas dua wabah moral yang membahayakan bangsa Indonesia ini yakni Gerakan TERORISME dan Budaya KORUPSI, Pemerintah (POLRI) nampaknya lebih serius dan berhasil dalam melakukan pemberantasan Gerakan Terorisme. POLRI (Densus 88) telah mencatat keberhasilan demi keberhasilan dalam memburu para gembong TERORIS dari tempat persembunyian mereka dan membunuh sebagian dari mereka. Apakah mereka yang dibunuh itu benar benar TERORIS atau bukan hanya POLRI yang tahu!

Walaupun demikian kita patut bersyukur bahwa Kepolisian telah banyak mencatat keberehasilan dalam memberantas gerakan terorisme di dalam negeri. Gerakan terorisme di Indonesia telah merusak citra Islam di dalam negeri, sebagaimana gerakan terorisme internasional yang telah merusak citra Islam di dunia!

 

      Ajaran Islam menentang TERORISME: Dalam agama Islam hak untuk hidup dan kehidupan merupakan suatu nilai yang absolute.

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia (TERORISME), bukan karena merupakan hukuman atas kesalahan orang itu (membunuh) orang lain, {1} atau bukan karena kesalahan orang itu membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. {2} Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu {3} sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi (KORUPSI).” – (Al Qur’an, Surah Al-Maidah, ayat 32)

{1}Yakni: membunuh orang bukan karena kisas.

{2}Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israel saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.

{3}Ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata.

Para gembong KORUPTOR besar yang lari ke luar negeri sampai saat ini tetap aman dan nyaman di tempat persembunyian mereka dan tidak tersentuh para pemburu. Apakah pada saat ini ada penegak hukum yang sedang memburu para Gembong KORUPTOR yang telah merugikan negara sampai ratusan triliun rupiah itu? Tidak Jelas!

Kenapa POLRI lebih berhasil dalam memburu TERORIS? Jawaban secara kebijakan Pemerintah hanya Presiden SBY dan para pembantunya di jajaran penegak hukum yang mengetahuinya. Tetapi jawaban menurut “common sense” (nalar umum) kita, mungkin para TERORIS tidak punya uang banyak dan pasti tidak memiliki teman di kalangan penyelenggara negara, karena baik dari kalangan Eksekutif, Yudikatif maupun Legislatif pasti akan sangat KETAKUTAN sekali berteman dengan mereka.

Sementara itu para KORUPTOR memiliki banyak uang dan teman. Kalau tidak punya temanpun dengan uang banyak bisa cepat membikin teman dan dengan uang banyak, pasti BANYAK YANG MAU menjadi teman, paling tidak pengacara yang piawai dan bekend pun bisa dengan mudah didapat.

Namun demikian Komisi Pemberantasan KORUPSI (KPK) masih tetap menjadi jadi tumpuan harapan rakyat dalam menuntaskan pemberantasan Budaya KORUPSI. Kita sangat berharap agar KPK dengan pemimpinnya yang baru dapat melakukan gebrakan yang sungguh sungguh pro penegakkan hukum dalam rangka memberantas tuntas Budaya KORUPSI dan membela keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pengadilan Allah SWT Yang Maha Adil

 

Selamat dari pengadilan di dunia dengan hanya mendapatkan vonis ringan atau bebas sama sekali, di akhirat nanti ada pengadilan Allah SWT Yang Maha Adil. Tidak hanya KORUPTOR, tapi semua manusia akan dimintai pertangungjawabannya atas semua amal perbuatannya selama hidup di dunia!

Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
”Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (Al Qur’an, Surat Al Mudathsir, ayat 38)

“Janganlah berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (Allah) memperbaikinya. Dan berdo’alah kepadaNya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS : Surat al-A’raf, 56)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Hasyr: 18)

“Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” (Qs.  An Naazi’aat: 37-41).

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan (maksiat) di (muka) bumi, dan kesudahan (yang baik) itu (surga) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al Qashash: 83)

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27)

       Marilah kita selamatkan negeri ini dari para Koruptorsaurus atau “Monster Monster” penghisap “darah” (ekonomi) Bangsa dan Negara agar kita dapat mewariskan negeri yang merupakan tanah air yang subur makmur ini kepada anak dan cucu generasi kita mendatang dengan seadil-adilnya!!! (HSH).

Bibliotheque:

1. World Development Indicators Database released by World Bank

2. International Monetary Fund (IMF) and World Bank Reports

3. Hong Kong-based Political & Economic Risk Consultancy Ltd (PERC) survey

4.The Associated Press report on Indonesia pornography

5. Tafsir Al Qur’an dalam bahasa Indonesia (Departemen Agama)

Advertisements

Write a comment or Leave a Reply. Thank You! Kind Regards Web Administrator/Editor

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s