KEPRIBADIAN ANDA DILIHAT DARI CARA ANDA MEMAKAN KUE OREO


KEPRIBADIAN ANDA DILIHAT DARI CARA ANDA MEMAKAN KUE OREO

oleh Syarif Hidayat

Kelihatannya lucu, tetapi ini serius karena merupakan hasil penelitian para psikolog di Amerika Serikat. Para ahli ilmu jiwa di Negeri Paman Sam itu melalui “Oreo Personality Test” (Tes Kepribadian Oreo), telah menemukan bahwa cara bagaimana orang-orang memakan kue Oreo, memberikan kemampuan kepada para psikolog itu untuk memahami lebih mendalam tentang kepribadian mereka.

Pilihlah metode yang mana yang memberikan gambaran terbaik dan paling cocok dari cara favorit anda memakan kue Oreo:

1. Sekaligus satu kue Oreo dikunyah dan ditelan.

2. Digigit sedikit demi sedikit, dikunyah, baru ditelan.

3. Pelan pelan dan tidak tergesa-gesa menggigitnya sedikit demi sedikit secara sistematis dan menikmati setiap kunyahan, lalu ditelan.

4. Menguyahnya sedikit demi sedikit, tapi secara cepat dan penuh napsu.

5. Dicelupkan dulu ke dalam air susu atau kopi lalu dimakan.

6. Dibelah dan memakan bagian tengahnya (gulanya yang putih) lebih dulu, baru kuenya.

7. Dibelah dan memakan bagian tengahnya, lalu membuang kuenya.

8. Hanya memakan kuenya dan membuang begian tengahnya.

9. Saya hanya senang menjilatinya, tapi tidak memakannya.

10. Saya tidak punya cara favorit, karena saya tidak suka kue Oreo.

Kepribadian Anda:

1.Sekaligus satu kue Oreo dikunyah dan ditelan.

Ini berarti anda mengkonsumsi atau menghabiskan hidup anda dengan sikap yang cuek, anda lucu untuk dijadikan teman, menyenangkan, riang dengan bebarapa indikasi ketidak-pedulian. Anda merupakan orang yang benar-benar tidak bertanggung-jawab. Tidak seorangpun harus mempercayakan anak mereka bersama anda.

2.Digigit sedikit demi sedikit, dikunyah, baru ditelan.

Anda beruntung dan merupakan salah satu diantara sekitar 5,4 miliar jiwa penduduk dunia yang memakan kue Oreo dengan cara yang sama (cara umum). Sama seperti mereka semua, anda kurang punya imajinasi, tapi itu tidak apa-apa, tidak perlu dikhawatirkan, anda normal.

3.Pelan pelan dan tidak tergesa-gesa menggigitnya sedikit demi sedikit secara sistematis dan menikmati setiap kunyahan, lalu ditelan.

Anda tipe orang yang selalu mengikuti aturan. Anda selalu rapih, teratur dan disiplin. Anda sangat teliti sampai ke setiap rincian dalam segala hal yang anda lakukan, bahkan karena saking teliti dan hati-hatinya anda sehingga sampai ke suatu tahap yang bisa sangat menjengkelkan orang lain. Kalau anda menyetir mobil, lebih baik anda menghindari jalur cepat, karena anda cenderung agak lamban karena terlalu hati-hati.

4.Menguyahnya sedikit demi sedikit tapi secara cepat dan penuh napsu.

Boss anda pasti menyenangi anda karena anda selalu dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Anda selalu punya sejuta ide dan rencana untuk dilakukan dan tidak pernah punya cukup waktu untuk mengerjakannya. Anda tipe orang yang tidak bisa diam atau sangat hyper aktif. Gangguan kejiwaan bahkan bisa sampai hampir bunuh diri terjadi diantara keluarga anda. Ini karena mereka tidak tahan dengan perilaku anda atau tidak mampu mengikuti kemauan anda yang terus menuntut dan memaksa mereka mengerjakan segala hal untuk memuaskan diri anda yang “workaholic” (gila kerja). Obat penenang Valium atau Ritalin akan membantu menenangkan anda.

5.Dicelupkan dulu ke dalam air susu atau kopi lalu dimakan.

Semua orang menyenangi anda karena anda merupakan orang yang selalu riang dan optimis. Anda senang berusaha menutu-nutupi pengalaman pengalaman yang tidak menyenangkan dan anda selalu berusaha meminimalisir keadaan yang buruk menjadi lebih baik. Tapi anda sama sekali tidak bisa menerima beban hidup yang berat. Anda juga punya kecenderungan kearah kecanduan narkoba.

6.Dibelah dan memakan bagian tengahnya (gulanya yang putih) lebih dulu, baru kuenya.

Anda merupakan orang yang mempunyai suatu sifat keingin-tahuan yang tinggi. Anda senang membongkar barang barang elektronik, mainan atau mesin untuk mengetahui bagaimana cara kerja barang barang tersebut, meskipun anda tidak selalu mampu untuk merakitnya kembali, sehingga anda menghancurkan semua bukti dari hasil pekerjaan atau kegiatan yang anda lakukan. Anda cenderung lepas tangan ketika suatu proyek atau kegiatan menemui kegagalan. Anda adalah seorang pembohong yang terpaksa dan menunjukkan tingkah lalu yang menyimpang, kalau tidak kriminal.

7.Dibelah dan memakan bagian tengahnya, lalu membuang kuenya.

Anda adalah orang yang bagus dalam berbisnis dan berani mengambil suatu risiko yang bisa diharapkan akan mendatangkan keuntungan. Anda mengambil apa yang anda inginkan dan membuang sisanya yang tidak diperlukan. Anda rakus, sangat mementingkan diri sendiri, sombong dan kurang peduli terhadap orang lain. Anda harus malu terhadap diri anda sendiri. Tapi engga apa-apa karena anda tidak perduli dan anda mendapatkan apa yang anda inginkan.

8.Hanya memakan kuenya dan membuang begian tengahnya.

Anda merupakan orang yang tahan terhadap rasa sakit atau bahkan suka menikmati rasa sakit.

9.Saya hanya senang menjilatinya, tapi tidak memakannya.

Menjauhlah anda dari binatang-binatang kecil yang berbulu dan segera mencari bantuan medis yang professional.

10. Saya tidak punya cara favorit, karena saya tidak suka kue Oreo.

Anda kemungkinan berasal dari suatu keluarga yang kaya dan suka memakai pakaian-pakaian yang mahal-mahal serta pergi ke restoran-restoran yang mahal. Anda senang menonjolkan diri sendiri dan selalu tidak merasa puas dengan barang barang yang anda beli, miliki dan pakai. Semua barang harus selalu cocok dan memenuhi selera. Anda senang dimanjakan. Anda adalah tipe orang yang genit.

Pembentukan Kepribadian

Tetapi jangan setelah membaca artikel ini, anda berusaha mengubah cara anda memakan kue Oreo. Ini tidak perlu dan tidak ada gunanya. Lakukanlah cara yang biasa dan paling anda sukai. Artikel ini jangan sampai mengganggu kenyamanan anda memakan kue Oreo. Yang perlu diubah adalah kepribadiannya, bukan cara makan kue Oreonya.

Kepribadian bisa dibentuk melalui pendidikan dari sejak dini (sejak masa kanak-kanak).

Menurut seorang ahli dari Barat, Sigmund Freud, perilaku manusia itu ditentukan oleh kekuatan irrasional yang tidak disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa enam tahun pertama dalam kehidupannya.

Sigmund Freud yang terkenal dengan Teori Psikoanalisis itu, dilahirkan di Morovia, pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939.

Dalam Teori Psikoanalisis, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari id, ego dan superego. Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan. Ego adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego. Superego adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik-buruk, salah-benar, boleh-tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.

Kepribadian juga bisa terbentuk dengan sendirinya oleh lingkungan baik keluarga maupun lingkungan pergaulan sehari-hari baik dengan teman-teman di kantor maupun di sekitar rumah. Para ilmu jiwa memandang kepribadian sebagai struktur dan proses psikologis yang tetap, yang menyusun pengalaman-pengalaman individu serta membentuk berbagai tindakan dan respons individu terhadap lingkungan tempat hidup.

Kepribadian tidak terjadi secara serta merta, tetapi terbentuk melalui proses kehidupan yang panjang.

Dalam masa pertumbuhannya, kepribadian bersifat dinamis, berubah-ubah dikarenakan pengaruh lingkungan, pengalaman hidup dan pendidikan. Dengan demikian, apakah kepribadian seseorang itu baik atau buruk, kuat atau lemah, beradab atau biadab sepenuhnya ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi dalam perjalanan kehidupan seseorang tersebut.

Kepribadian merupakan “keniscayaan”, suatu bagian dalam (interior) dari diri kita yang masih perlu digali dan ditemukan agar sampai kepada keyakinan siapakah diri kita yang sesungguhnya.

Pergulatan Psikologis

Kepribadian manusia menurut ajaran Islam banyak dijelaskan dalam Al Qur’an. Dalam kepribadian manusia terkandung sifat-sifat hewan dan sifat-sifat malaikat yang terkadang timbul pergulatan antara dua aspek kepribadian manusia tersebut. Adakalanya, manusia tertarik oleh kebutuhan dan syahwat tubuhnya, dan adakalanya ia tertarik oleh kebutuhan spiritualnya. Al-Qur’an mengisyaratkan pergulatan psikologis yang dialami oleh manusia, yakni antara kecenderungan pada kesenangan-kesenangan jasmani atau kecenderungan pada godaan-godaan kehidupan duniawi dan kecenderungan tertarik oleh kebutuhan spriritual.

Jadi sangat alamiah bahwa pembawaan manusia tersebut terkandung adanya pergulatan antara kebaikan dan keburukan, antara keutamaan dan kehinaan, dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi pergulatan antara aspek material dan aspek spiritual pada manusia tersebut dibutuhkan solusi yang baik, yakni dengan menciptakan keselarasan di antara keduanya.

Disamping itu, Al-Qur’an juga mengisyaratkan bahwa manusia berpotensi positif dan negatif. Pada hakikatnya potensi positif manusia lebih kuat daripada potensi negatifnya. Hanya saja daya tarik keburukan lebih kuat dibanding daya tarik kebaikan.

Potensi positif dan negatif manusia ini banyak diungkap oleh Al-Qur’an. Di antaranya ada dua ayat yang menyebutkan potensi positif manusia, yaitu Surah at-Tin [95] ayat 5 : “Manusia diciptakan dalam bentuk dan keadaan yang sebaik-baiknya.” dan Surah al-Isra’ [7] ayat 70: “Manusia dimuliakan oleh Allah dibandingkan dengan kebanyakan makhluk-makhluk yang lain.”

Di samping itu, banyak juga ayat Al-Qur’an yang mencela manusia dan memberikan cap negatif terhadap manusia. Di antaranya adalah “Manusia amat aniaya serta mengingkari nikmat.” (Surah. Ibrahim [14]: 34), “Manusia sangat banyak membantah.” (Surah. al-Kahfi [18]: 54), “Dan manusia bersifat keluh kesah lagi kikir.” (Q.S. al-Ma’arij [70]: 19).

Sebenarnya, dua potensi manusia yang saling bertolak belakang ini diakibatkan oleh perseteruan di antara tiga macam nafsu, yaitu nafsu ammarah bi as-suu’ (jiwa yang selalu menyuruh kepada keburukan), lihat Surah Yusuf [12] ayat 53; nafsu lawwamah (jiwa yang amat mencela), lihat Surah al-Qiyamah [75] ayat 1-2; dan nafsu muthma’innah (jiwa yang tenteram), lihat Surah al-Fajr [89] ayat 27-30. Konsepsi dari ketiga nafsu tersebut merupakan beberapa kondisi yang berbeda yang menjadi sifat suatu jiwa di tengah-tengah pergulatan psikologis antara aspek material dan aspek spiritual.

 

Kepribadian Menurut Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menerangkan model kepribadian manusia yang memiliki keistimewaan dibanding model kepribadian lainnya. Di antaranya adalah Surah al-Baqarah [2] ayat 1-20. Rangkaian ayat ini menggambarkan tiga model kepribadian manusia, yakni: Kepribadian Orang Beriman, Kepribadian Orang Kafir, dan Kepribadian Orang Munafik.

Berikut ini adalah sifat-sifat atau ciri-ciri dari masing-masing tipe kepribadian berdasarkan apa yang dijelaskan dalam rangkaian ayat tersebut.

Kepribadian Orang Beriman (Mu’minun)

Dikatakan beriman bila ia percaya pada Rukun Iman yang terdiri atas: Iman kepada Allah SWT., Iman kepada para malaikat-Nya, Iman kepada Kitab-kitab-Nya, Iman kepada para rasul-Nya, Percaya pada Hari Akhir, dan Percaya pada ketentuan Allah (qadar/takdir). Rasa percaya yang kuat terhadap Rukun Iman tersebut akan membentuk nilai-nilai yang melandasi seluruh aktivitasnya. Dengan nilai-nilai itu, setiap individu seyogianya memiliki kepribadian yang lurus atau kepribadian yang sehat. Orang yang memiliki kepribadian lurus dan sehat ini memiliki ciri-ciri antara lain:

• Akan bersikap moderat dalam segala aspek kehidupan,

• Rendah hati di hadapan Allah SWT dan juga terhadap sesama manusia,

• Senang menuntut ilmu,

• Sabar,

• Jujur, dan lain-lain.

Gambaran manusia mukmin dengan segenap ciri yang terdapat dalam Al-Qur’an ini merupakan gambaran manusia paripurna (insan kamil) dalam kehidupan ini, dalam batas yang mungkin dicapai oleh manusia. Allah menghendaki kita untuk dapat berusaha mewujudkannya dalam diri kita. Rasulullah saw. telah membina generasi pertama kaum mukminin atas dasar ciri-ciri tersebut. Beliau berhasil mengubah kepribadian mereka secara total serta membentuk mereka sebagai mukmin sejati yang mampu mengubah wajah sejarah dengan kekuatan pribadi dan kemuliaan akhlak mereka. Singkatnya, kepribadian orang beriman dapat menjadi teladan bagi orang lain.

Kepribadian Orang Kafir (Kafirun)

Ciri-ciri orang kafir yang diungkapkan dalam Al-Qur’an antara lain:

• Suka putus asa,

• Tidak menikmati kedamaian dan ketenteraman dalam kehidupannya,

• Tidak percaya pada Rukun Iman yang selama ini menjadi pedoman keyakinan umat Islam,

• Mereka tidak mau mendengar dan berpikir tentang kebenaran yang diyakini kaum Muslim,

• Mereka sering tidak setia pada janji, bersikap sombong, suka dengki, cenderung memusuhi orang-orang beriman,

• Mereka suka kehidupan hedonis, kehidupan yang serba berlandaskan hal-hal yang bersifat material. Tujuan hidup mereka hanya kesuksesan duniawi, sehingga sering kali berakibat ketidakseimbangan pada kepribadian,

• Mereka pun tertutup pada pengetahuan ketauhidan, dan lain-lain.

Ciri-ciri orang kafir sebagaimana yang tergambar dalam Al-Qur’an tersebut menyebabkan mereka kehilangan keseimbangan kepribadian, yang akibatnya mereka mengalami penyimpangan ke arah pemuasan syahwat serta kesenangan lahiriah dan duniawi. Hal ini membuat mereka kehilangan satu tujuan tertentu dalam kehidupan, yaitu beribadah kepada Allah SWT dan mengharap ridho-Nya untuk mengharap magfirah serta pahala-Nya di dunia dan akhirat.

 

Kepribadian Orang Munafik (Munafiqun)

Munafik adalah segolongan orang yang berkepribadian sangat lemah dan bimbang. Di antara sifat atau watak orang munafik yang tergambar dalam Al-Qur’an antara lain:

• Mereka “lupa” dan menuhankan sesuatu atau seseorang selain Allah SWT.,

• Dalam berbicara mereka suka berdusta,

• Mereka menutup pendengaran, penglihatan, dan perasaannya dari kebenaran,

• Orang-orang munafik ialah kelompok manusia dengan kepribadian yang lemah, peragu, dan tidak mempunyai sikap yang tegas dalam masalah keimanan.

• Mereka bersifat hipokrit, yakni sombong, angkuh, dan cepat berputus asa.

Ciri kepribadian orang munafik yang paling mendasar adalah kebimbangannya antara keimanan dan kekafiran serta ketidakmampuannya membuat sikap yang tegas dan jelas berkaitan dengan keyakinan bertauhid.

Dengan demikian, umat Islam sangat beruntung mendapatkan rujukan yang paling benar tentang kepribadian dibanding teori-teori lainnya, terutama diyakini rujukan tersebut adalah wahyu dari Allah SWT. yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, manusia teladan kekasih Allah.

Oleh karena itu pula, Nabi Muhammad SAW. diutus oleh Allah SWT. ke muka bumi untuk memainkan peran sebagai model “insan kamil” bagi umat manusia.

Kepribadian dalam kehidupan sehari-hari mengandung sifat-sifat manusiawi kita, alam pikiran, emosi, bagian interior kita yang berkembang melalui interaksi indra-indra fisik dengan lingkungan. Namun lebih dalam lagi, kepribadian sesungguhnya merupakan produk kondisi jiwa (nafs) kita yang saling berhubungan. Atau, dapat dikatakan pula bahwa kepribadian seseorang berbanding lurus dengan kondisi jiwanya.

Tetapi untuk memiliki kepribadian atau menjadi pribadi yang baik dan Islami ini terutama bagi penulis sendiri hanya mudah mengatakannya saja, tapi sulit untuk merealisasikannya, persis seperti apa yang dikatakan dalam sebuah pribahasa Jerman: “Leichter gesagt als getan.” (Mudah dikatakan tapi sulit dikerjakan).

Advertisements

Write a comment or Leave a Reply. Thank You! Kind Regards Web Administrator/Editor

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s